Minggu, 25 Maret 2012

SUKSES


Sebuah M0tivasi Dari Se0rang yang Baru Bangun Tidur.

Tentang apa kunci sukses dalam hidup ini.Ia menatap jendela kamarnya dan, Jendela berbisik "Bukalah aku dan lihatlah dunia luar!!" Kemudian langit langit kamar berpesan "Bercita-citalah setinggi mungkin.Raih lah, perjuangkanlah semampumu tapi jangan lupakan Tuhan mu." Lalu jam dinding berdetak, "Menit, detik, dan jam ku adalah berharga.Jangan sia siakan waktu..." Cermin berkata, "Berkacalah sebelum bertindak, perbaiki akhlak karna dengannya kau terh0rmat.Jangan s0mb0ng,karna kau hanyalah manusia biasa yang kecil dihadapan Tuhan."

Cinta Hakiki


~ Hadits & Sains: Bukti ilmiah bahaya berkhalwat dengan yang bukan Mahram ~

Mengapa Nabi Muhammadshalallahu ‘alaihi wa salam (saw) melarang berkhalwat antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram?
Apa yang disampaikan Rasulullah saw tidak ada yang keliru padanya, sehingga penelitian-penelitian ilmiah dari Barat pun membuktikannya..
Berikut adalah terjemahan dari tulisan Abduldaem Al-Kaheel terkait bukti ilmiah bahaya berkhalwat dengan yang bukan mahram:
***

Sabtu, 24 Maret 2012

DELMAN, KUSIR, DAN KUDA

Pada hari minggu ku turut ayah ke kota
Naik delman istimewa ku duduk di muka
Ku duduk samping Pak kusir yang sedang bekerja
Mengendali kuda supaya baik jalannya
Hey..tuk-tik-tak-tik- tuk-tik-tak tuk-tik-tak suara sepatu kuda

Gak asing bukan dengan lirik lagu itu,.. yah, itu lagu yang meingatkan akan alat transportasi,.. Delman namanya,.. Delman termasuk angkutan yang hampir punah seiring perkembangan jaman dan kemajuan sarana transportasi modern saat ini. Di Kediri sendiri delman mulai jarang ditemui,hanya di tempat-tempat tertentu saja,.. Delman juga dikenal dengan nama Andong sedangkan di Kediri sendiri lebih sering disebut dengan nama Dokar,.. Inget delman inget juga dengan kusir dan kuda. seorang kusir adalah Seorang Manajer dengan peran sebagai pemegang kendali (betul-betul ini mah pegang dan kendalinya),.. Kuda nama latinnya adalah Equus caballus, merupakan salah satu ternak yang sejak lama sudah memiliki hubungan dengan manusia, sedangkan peran kuda dalam kehidupan manusia yaitu berfungsi sebagai mata pencaharin, alat transportasi, olahraga, dan sarana rekreasi,.. Nah, gak ada kusir gak ada delman (kusir sebagai pengendali), begitu juga gak ada kuda gak bakal ada delma (kuda sebagai penggerak),.. Interaksi antara manusia dengan kuda yang mampu memberikan penghasilan. SUKSES buat delman Indonesia!^^

Selasa, 20 Maret 2012

"aku" dalam pencarian

“ tak ada ikan asin pagi ini. Kok ikan asin, nasi semalam pun sepertinya tak di sisakan oleh pemelihara ku. Laapeerrrr,..” meooow meooww,.. 

kira-kira seperti itu yang ada di pikiran si kucing (sok tau kau Rin!). USAHA, yaa mirip manusia yang mencari sesuatu untuk memenuhi apa yang di butuhkan. Tapi ya namanya hewan, Tuhan tak melengkapinya dengan akal. Andai Tuhan melengkapi dengan akal pasti si kucing tak akan mengorat-ngarit sampah untuk pemenuhan gizinya. Plenggeeeh, senyum 5cm ketika membayang kan si kucing pergi ke

Selasa, 06 Maret 2012

Mengenal Kejiwaan Hewan (Psikologi Hewan)

"Sama seperti menyeberang jalan, secara otomatis kita cenderung menimbang faktor aman. Melalui amigdala, kita secara naluriah tahu apa yang membuat kita aman." Saat menyeberang jalan, kita melihat ke kiri dan kanan. Kita akan tetap berada di trotoar jika melihat ada mobil yang mendekat dan melaju cukup cepat untuk menabrak kita sebelum bisa mencapai seberang. Ini adalah keputusan yang hampir otomatis, seakan secara naluriah kita tahu bagaimana menjaga diri kita untuk tetap aman. Kini, ahli saraf telah menemukan bahwa hewan lain pun mampu membuat keputusan naluriah sejenis untuk keselamatan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan online dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, minggu 29 November, peneliti dari Universitas Washington, Jeansok Kim, menunjukkan bahwa tikus menimbang peluang aman mereka jika mengambil makanan pelet yang ditempatkan pada jarak bervariasi dari lokasi predator.

Jumat, 06 Januari 2012

Biografi Maher Zain

Maher Zain lahir pada tahun 1982 di Libanon. Keluarganya pindah ke Swedia ketika Maher Zain berumur delapan tahun, di mana ia melanjutkan sekolahnya. Maher Zain mampu menguasai keyboard pertama ketika ia berumur sepuluh tahun. Dia kemudian memasuki Universitas dan mendapat gelar sarjana dalam Aeronautical Engineering selama masa remajanya, dia menghabiskan malam sampau larut dengan teman-teman sekolahnya di mana mereka bernyanyi, rap, menulis dan bereksperimen dengan musik dalam segala hal. Musik yang di bawakan oleh Maher Zain terinspirasi oleh sang ayah yang juga seorang musisi handal di kota Tripoli, Lebanon. Bakat musik Maher Zain telah terlihat semenjak ia masih muda dengan menjadi produser musik di Swedia. Namun menurut Maher Zain, dunia musik yang ia geluti yang menawarkan banyak kemewahan membuat ia merasa ada yang kurang, dan bahkan ada yang salah. “Saya sangat mencintai dunia musik, namun saya tidak menyukai hal-hal yang ada di sekilingnya, seperti ada yang salah dengan hal ini.”ada akhirnya Maher Zain menemukan jawaban dari keraguannya dalam bermusik setelah ia bertemu dan tergabung dalam Komunitas Muslim yang ada di Stockholm. Semenjak itu Maher Zain pun mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid dan Ia merasa di sinilah arti sebuah rumah baginya.

Biografi Chairil Anwar

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta. Semasa kecil di Medan, Chairil sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil.

Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:

Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta

Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.